Abad Pertengahan/Sejarah/Akhir/Venesia

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
<< Venesia - Abad Pertengahan Awal Venesia - Abad Pertengahan >>
Venesia pada abad ke-14 M
Wilayah Venesia pada 1450 M (hijau)
Kuda-kuda perunggu yang dirampas Venesia dari Konstantinopel

Pada 1204 M, Venesia bersedia menggunakan angkatan laut mereka yang besar untuk membantu pasukan Eropa pada Perang Salib Keempat dengan tujuan Mesir. Namun sebagai imbalannya, pasukan Salib harus bertempur demi Venesia melawan Kekaisaran Romawi Timur di Konstantinopel, meskipun Romawi Timur tidak terkait dengan Perang Salib. Pada akhirnya pasukan salib menjarah dan membakar Konstantinopel, yang kemudian tak pernah pulih kembali. Venesia merampas banyak harta dan benda seni, termasu kuda-kuda perunggu Romawi yang indah, yang kemudian mereka taruh di atas basiilika baru mereka. Venesia lalu membagi-bagi sisa-sisa dari Romawi Timur kepada pasukan salib.

Venesia menjadi semakin kaya, dengan tetap menjual barang dari Jalur Sutra seperti sutra dan kayu manis ke Eropa, serta menjual barang dari Eropa seperti wol dan kaca ke Jalur Sutra. Pada 1300 M, Venesia adalah kota terkaya di Eropa

Namun, lima puluh tahun kemudian Venesia mulai mengalami kemunduran. Pada 1348 M, wabah pes melanda Venesia, dan puluhan ribu orang meninggal. Akibat wabah ini, Kekaisaran Mongol runtuh, dan perdagangan di Jalur Sutra menjadi mahal serta berbahaya. Orang Eropa pun mulai mencari jalur lainnya untuk memperoleh barang dari India dan Tiongkok, dan pada pertengahan 1400-an M mereka berhasil, ketika Portugis menemukan cara berlayar dari Eropa mengitari Afrika menuju India. Pada akhirnya, ketika Utsmaniyah menaklukan Konstantinopel pada 1453 M, mereka juga berupaya menaklukan banyak wilayah Venesia di Mediterania Timur, serta mulai berusaha menaklukan Venesia sendiri. Meskipun Venesia tetap merdeka dan tidak menjadi miskin, mereka tak pernah lagi menjadi sepenting sebelumnya.