Yunani Kuno/Lingkungan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Citra satelit Yunani

Yunani, tak seperti Mesir atau Asia Barat, bukan tempat yang mudah untuk ditinggali. Tanahnya tidak bagus untuk bertani, ada banyak gunung yang mempersulit transportasi, dan persediaan air segar seringkali kurang mencukupi. Oleh karena itu, Yunani belum mulai dihuni ketika Mesir dan Bulan Sabit Subur sudah mulai dihuni.

Di lain pihak, Yunani memiliki banyak pantai, bahkan tempat terjauh dari pantai pun hanya berjarak beberapa hari jalan kaki menuju pantai. Selain itu, ada pula beberapa pulau kecil. Maka, kelompok orang awal yang menghuni Yunani adalah pelaut. Mereka banyak menghabiskan waktu di lautan.

Pelayaran yang baik dan pertanian yang buruk membuat orang Yunani kuno berusaha mencari penghidupan dari laut. Ini dilakukan dengan beberapa cara. Yang pertama, mereka memancing banyak ikan. Yang kedua, mereka melakukan perdagangan antarkota di Yunani dan di negara-negara lainnya melalui laut. Yang ketiga, mereka menjadi tentara bayaran bagi pihak-pihak di sekitar Laut Tengah, terutama di Asia Barat dan Mesir, di mana terdapat banyak uang. Yang terakhir, beberapa orang Yunani menjadi bajak laut atau menyerang kota lain melalui laut.

Aspek penting lainnya dari lingkungan Yunani adalah bahwa kawasan ini tidak stabil. Yunani berada di tengah-tengah zona vulkanik yang sangat aktif, di mana lempeng tektonik Eropa bertemu lempeng tektonik Afrika. Ada beberapa gunung berapi aktif, dan sering terjadi gempa bumi. Karena rawan bencana alam, orang Yunani kuo sangat tertarik pada orakel, yaitu pertanda yang diberikan pada dewa, berupa bencana alam kecil, mengenai kejadian pada masa depan

Bentang alam Yunani modern tak sama seperti pada masa kuno. Dulu ada banyak pepohonan di lereng-lereng bukit di Yunani, namun karena banyak terjadi penebangan, kini sebagian besar perbukitan di Yunani tak memiliki pepohonan atau hanya memiliki semak-semak. Kemungkinan penebangan mulai dilakukan seiring mulai maraknya penggunaan besi di Yunani, sekitar 800 SM, karena kayu dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk melelehkan besi.