Yunani Kuno/Festival Yunani

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pada masa Yunani kuno, orang Yunani merayakan berbagai festival untuk memuja dewa atau figur tertentu. Festival-festival tersebut berkaitan dengan mitologi Yunani, akibatnya Festival-festival ini banyak berperan dalam aspek keagamaan Yunani kuno.

Tata cara dan tradisi tiap festival di tiap daerah adalah berbeda-beda. Beberapa festival boleh diikuti oleh semua orang, tapi ada juga yang hanya boleh diikuti oleh kalangan tertentu saja, misalnya para pendeta. Beberapa festival mengharuskan orang-orang untuk berpuasa atau menyucikan diri. Sementara beberapa festival yang lain digelar dengan tambahan ritual minum anggur, makan bersama, dan kegiatan seksual. Ada juga prosesi presembahan hewan pada hari festival tertentu. Kontes olahraga kadang ikut ditambahkan pada festival. Pada saat perayaan, suguhan musik dan lagu diperdengarkan

Nama festival Ditujukan untuk Kota Waktu Penjelasan
Daidala Hera Plataia Tujuh tahun sekali Festival ini digelar untuk memuja Hera. Daidala digelar tujuh tahun sekali di Plataia, sedangkan Daidala Besar diselenggarakan 59 tahun sekali di seluruh Boiotia. Perayaannya melibatkan patung pengantin kayu (daidala). Patung ini pada akhirnya dibakar di api persembahan. Festival ini dirayakan untuk mengenang penyatuan kembali Zeus dan Hera. Berginilah kisahnya, suatu hari Hera pergi meninggalkan Zeus karena sudah bosan dengan perselingkuhan suaminya itu. Zeus lalu berpura-pura memilki pengantin baru. Hera merobek kerudung sang pengantin dan akhinya mengetahui bahwa pengantin tersebut hanyalah patung kayu perempuan. Dan Hera pun rujuk kembali dengan Zeus
Panathenaia (juga Panathenaia Besar) Athena Athena Pertengahan Agustus Pada festival ini, dilakukan pengorbanan hewan untuk Athena. Pada awalnya, festival ini digelar setahun sekali, namun pada pertengahan abad ke-5, sebuah festival yang lebih besar digelar empat tahun sekali seperti halnya Olimpiade. Festival yang lebih besar itu disebut Panathenaia Besar, yang dirayakan selama lima hari sementara Panathenaia biasa hanya dirayakan selama dua hari.

Fesival dimulai dengan orang-orang membawa hewan-hewan untuk dikorbankan. Setelah prosesi pengorbanan hewan selesai, dilakukan pembacaan syair-syair epik. Namun sejak masa Perikles (pertengahan abd ke-5 SM), pembacaan syair digantikan oleh kontes musik. Lalu dilaksanakan upacara untuk mengenang para prajurit yang gugur dalam Pertempuran Marathon (490 SM). Selain itu, ada juga kompetisi atletik. Pada malam hari, orang-orang menyalakan obor dan beriringan menuju kuil di Akropolis.

Khloia Demeter Khloe Eleusis Anthesterion (Maret) Festival musim semi yang diselenggarakan ketika benih-benih mulai tumbuh tinggi, dan ditujukan untuk Demeter Khloë.
Eleusinia Demeter Eleusis Dua tahun sekali, kemungkinan pada bulan Metageitnion (Agustus-September) Festival yang digelar sebagai rasa syukur pada Demeter atas hasil panen. Festival ini meliputi persembahan untuk Demeter dan kontes atletik.
Proirosia Demeter Eleusis September Pada festival ini, dilakukan doa pada Demeter sebelum para petani mulai membajak dan menanam.
Thalisia Demeter Kos musim gugur Festival ini digelar pada musim gugur setelah masa panen di pualu Kos. Festival ini adalah ungkapan rasa syukur pada Demeter.
Thesmoforia Demeter Berbagai daerah di Yunani 12-14 Pianopsion (Oktober) Festival untuk memuja Demeter Thesmoforos, digelar di berbagai tempat di Yunani. Pada festival ini, ritual dilakukan oleh perempuan untuk menjamin supaya tanah tetap subur dan panen tetap baik. Ritualnya dimaksudkan untuk memperingati penculikan Persefone oleh Hades. Pada hari pertama, babi dilemparkan ke lubang pengorbanan. Sisa-sisa yang tidak dimakan oleh ular kemudian dibawa oleh para perempuan dan ditempatkan di altar dengan harapan panen kali ini akan baik. Hari kedua melibatkan para perempuan yang berpuasa, mengenang Demeter yang kebingungan dan bersedih dalam mencari Persefone. Pada hari ketiga, para perempuan memberikan hadiah pada anak-anak dan berdoa memberkati keluarga. Mereka juga berdoa untuk hasil panen. Hari ketiga merupakan peringatan untuk pertemuan kembali Persefone dan Demeter
Haloa Demeter Eleusis, Athena Poseideon (Desember) Festival ini meliputi pawai dari kota Athena ke Eleusis.
Thargelia Apollo Athena 6 dan 7 Thargelion (Mei-Juni) Pada festival ini, seorang pria berpura-pura menajdi seorang dewa. Orang ini dijadikan kambing hitam dan diusir dari kota oleh para penduduk. Kadang-kadang, orang tersebut dikorbankan jika sedang ada bencana kelaparan. Si kambing hitam dilempar ke laut atau dibakar hidup-hidup. Pada hari kedua festival, ada prosesi makan bersama sebagai tanda rasa syukur.
Dafneforia Apollo Ismenios atau Apollo Khalazios Thebes Sembilan tahun sekali Dafneforia digelar untuk memuja Apollo. Pada festival ini, satu orang membawa dahan pohon zaitun dengan bunga salam dan bola perunggu. Nama Dafenoforia mungkin berasal dari nama Dafne, salah satu nimfa yang dicintai oleh Apollo. Festival ini mulai digelar setelah Thebes menang melawan Pelasgis dan Aitolia.
Delia Apollo Delos Empat atahu lima tahun sekali Delos adalah tempat pemujaan Apollo yang penting karena dipercaya sebagai tempat kelahiran Apollo. Festival ini terdiri dari kontes musik dan atletik. Festival ini pertama kali digelar oleh Theseus setelah berhasil mengalahkan Minotaur.
Pianopsia Apollo Athena Tujuh tahun sekali pada bulan Pianopsion (Oktober) Pada festival ini, dilakukan suatu ritual, yaitu menggantung dahan pohon zaitun atau pohon salam di gerbang kuil Apollo. Dikatakan bahwa festival ii dipelopori oleh Thesseus, yang bersyukur pada Apollo karena berhasil mengalahkan Minotaur.
Bakkhanalia atau Dionisia Dionisos Berbagai daerah di Yunani, Italia selatan, termasuk Roma Bervariasi Festival untuk memuja dewa Dionisos (Bakkhus atau Liber), dewa anggur. Festival in biasanya dirayakan dengan makanan dan minuman anggur. Festival ini ada beberapa jenisnya, dan yang paling terkenal adalah Dionisia Besar, yang meliputi pertunjukan drama di teater. Sementara festival Dionisia kecil dirayakan dengan lebih sederhana. Ada juga festival Anthesteria, yang digelar pada bulan Anthesterion (Februari-Maret), dan meliputi peryaan sukacita dan minum anggur pada hari kedua liburan. Anthesteria digelar untuk merayakan musim semi dan tumbuhnya anggur.
Agrionia Dionisos Orkhomenos Setahun sekali Festival untuk memuja Dionisos di Orkhomenos. Di kota Orkhomenos ini, raja Minyas pernah mengabaikan dewa Donisos, akibatnya sang dewa menghukumnya dengan membuat semua putri sang raja memakan anak-anak mereka sendiri. Persitiwa ini diperingati dengan cara ritual pembunuhan seorang perempuan keturunan Minyas oleh pendeta.
Aiora Ikarios dan Erigone Athena Pada musim anggur Aiora atau "ayunan" adalah festival yang digelar untuk memperingati kematian Erigone dan ayahnya Ikarios. Ikarios dibunuh oleh orang Athena, dan Eriogne menggantung diri sampai mati setelah mengetahui kematian ayahnya. Ikarios adalah pengikut Dionisos, akibatnya sang dewa anggur menghukum rakyat Athena. Dionisos membuat para gadis Athena menggantung diri. Dionisos melakukannya sampai sang pmebunuh ditemukan.

Untuk memperingatinya, rakyat Athena menggelar festival ini pada masa panen anggur. Pada festival ini, para gadis berayun dengan tali.

Hiakinthia Hiakinthos Amiklae dan Sparta Setahun sekali selama tiga hari Festival tahunan untuk mengenang Hiakinthos, pemuda Sparta yang menajdi kekasih Apollo namun mati secara tragis. Festival digealr selama tiga hari dan meliputi kontes atletik yang dilaksanakan di makam Hiakinthos di Amiklae. Di Amiklae juga, dia disembah sebagai dewa.
Adonia Adonis - Setahun sekali Festival untuk mengenang Adonis, pemuda kekasih Afrodit yang mati secara tragis. Para wanita muda merayakan festival ini dengan cara menanam benih di tanah dangkal sehingga bunganya akan cepat tumbuh namun cepat pula layu.
Bendidea Bendis Athena Setahun sekali Festival tahunan untuk Bendis ini digelar di Athena namun berasal dari Trakia. Acaranya di antaranya adalah balap kuda pada malam hari, dan para penunggangnya membawa obor.